Selasa, 24 Januari 2012

Burung Namdur



Burung Namdur atau Burung Pintar dan Burung Kucing termasuk keluarga Ptilonorhynchidae. Keluarga ini memiliki 20 spesies dalam delapan genera. Mereka adalah burung berukuran sedang. Makanan mereka biasanya buah, tapi ada juga yang memakan serangga.

Sepuluh spesies endemis New Guinea, delapan spesies endemis Australia dan dua spesies dapat ditemukan di kedua tempat tersebut.

Kebiasaan Musim Kawin



Jenis Burung Kucing bersifat monogami dan membesarkan anak bersama-sama pasangannya, tapi burung namdur lainnya bersifat poligini.

Salah satu ciri yang paling terkemuka adalah kebiasaan mereka saat musim kawin, di mana yang jantan akan membangun sarang untuk menarik pasangan. Sarang ini bisa dihias dengan sangat indah.



Tatalah Rumah, Burung Namdur



Untuk merebut hati sang betina yang pemilih, namdur jantan berlagak, bersenandung, dan menghias. Hanya jantan dengan sarang terindah, yang berhasil mewariskan gennya.




Oleh VIRGINIA MORELL
Foto oleh TIM LAMAN

Donald memiliki menara tertinggi di hutan ini. Menaranya tidak semewah Trump Tower milik Donald lainnya, tetapi tetap mengesankan, dibangun dengan satu-satunya alat yang dimilikinya: paruhnya. Donald, seekor namdur jambul-emas, hidup di hutan kelam di Pegunungan Adelbert di Papua Nugini. Di sini, di atas lantai panggung berlumut ia membuat mercu dari cabang dan ranting, mengelilingi sebatang pohon muda. Di pangkalnya dia menumpuk kacang, kumbang, dan jamur berwarna kuning gading; di cabangnya yang rendah ia menggantung untaian kotoran ulat yang berkilau oleh embun. Dengan hiasan seperti ini, menaranya mencuat hampir satu meter di atas dasar hutan, menjulang ke langit laksana mercusuar. Donald bertengger di pohon tak jauh dari situ, dan paruhnya mendongak. Re-te-te-tet, bunyinya. Re-te-te-tet.


Semua ini—menara rumit, persembahan indah, dan bunyi nyaring—memiliki satu tujuan: untuk meyakinkan namdur jambul-emas betina bahwa dia, Donald, dan bukan cowok lainnya, jantan terbaik di tempat itu, yang harus jadi pilihan kaum betinanya sebagai pasangan. Apakah menara mewah Donald mampu menunaikan tugasnya?

"Itu ujian terbesarnya," kata Brett Benz, pakar ornitologi University of Kansas yang menamai Donald dari nama tokoh realestat terkemuka. "Oke, jadi dia memiliki menara tertinggi di sini. Mari kita lihat apakah ia dapat membuat tertarik seekor Mary." Dalam bahasa lokal, Tok Pisin, "Mary" adalah istilah untuk betina.

Untuk merayu betina, 17 jenis jantan dari 20 spesies namdur yang diketahui mendirikan bangunan—biasanya menyerupai sebuah punjung, atau rangka anyaman tempat merambatnya tumbuhan hias, dengan lantai panggung yang berhias indah. Benz telah mengukur semua punjung namdur jambul-emas jantan yang ditemukannya di hutan ini, sehingga dia dapat berbicara dengan pasti tentang prestasi Donald. Benz juga tahu banyak soal kebiasaan Donald dan jantan lain di punjungnya, karena dia memasang kamera video tersembunyi yang merekam setiap gerakan burung itu, termasuk perkawinannya.

Para ilmuwan terpikat oleh namdur karena burung ini jelas memperlihatkan kekuatan seleksi seksual, kekuatan evolusi yang didefinisikan Charles Darwin sebagai penjelasan akan sifat jantan yang menarik perhatian, seperti nyanyian, warna cerah, dan tanduk. Pada kebanyakan spesies hewan, catat Darwin, betinalah yang memilih—keputusannya berdasarkan hiasan dan pertunjukan yang digunakan sang jantan untuk merebut perhatian. Karena kebanyakan namdur pelaku poligini—yang berarti satu jantan berpasangan dengan lebih dari satu betina—dan sang jantan membangun punjung berhias, hewan ini merupakan spesies yang sangat tepat untuk menguji ide ini. Namdur jantan tidak membantu betinanya membangun sarang, mengerami telur, atau membesarkannya anaknya—yang diberikan sang jantan hanya gennya. Karena itu betinanya sangat pemilih soal jantan yang dikawininya.

Orang juga meneliti burung namdur karena, ya, karena secara mengejutkan burung ini sangat mirip dengan manusia. Bahkan, pakar biologi evolusi Jared Diamond menyebut hewan ini "burung yang paling mirip manusia." Burung ini dapat membangun pondok yang mirip rumah boneka; dapat mengatur bunga, daun, dan jamur sedemikian artistik, sehingga sebanding dengan karya Matisse. Beberapa bisa menyanyikan duet baik bagian jantan maupun bagian betina dari spesies burung lain secara bersamaan, sementara yang lainnya dengan mudah meniru kakak parau burung kukabura atau raungan gergaji mesin. Plus, semuanya bisa menari. Dan mengenai tumpukan kumbang milik Donald: Ia membunuh hewan itu semata-mata untuk hiasan. Selain namdur, hanya manusialah spesies yang diketahui memperlakukan binatang dengan cara ini.

Mengingat bakat yang dimilikinya, beberapa peneliti menyatakan bahwa namdur memiliki rasa estetis dan budaya, sifat yang dianggap jarang ditemukan di spesies selain manusia. (Beberapa primata, seperti simpanse dan orangutan, kini dianggap memiliki tradisi budaya, namun tak memiliki estetika.)

"Betinanya yang memutuskan," ujar Benz mengingatkan saat membuka tempat persembunyian. Saya berharap Donald berhasil, dan menyelinap masuk. Saat itu fajar belum lama menyingsing dan gerimis, jenis cuaca yang disukai namdur jambul-emas di musim kawin. Dari tempat persembunyian, saya mengawasi Donald di tenggeran ia biasa bernyanyi. Penampilannya tak begitu mengesankan: seukuran pelatuk dengan bulu zaitun-kusam polos dan garis jingga di atas kepalanya. Selama beberapa saat, ia mengeluarkan suara yang mirip bunyi senapan mesin. Tiba-tiba selembar daun kuning kotor jatuh ke halaman gedungnya yang berlumut. Donald langsung terbang ke bawah untuk membuangnya. Para betina akan menyukai hal ini, kukira.

Semua pembangun pondok sangat rajin membereskan, pemilih soal benda yang dikumpulkan, dan rewel dalam pengaturannya. Di Australia, di depan jalan yang dibuatnya dari ranting dan rumput, namdur satin jantan yang matanya biru terang memajang bulu betet biru, cangkang siput putih, serta bunga kuning dan ungu. Dalam hal obsesi mengumpulkan barang, jarang ada namdur yang dapat menyaingi namdur besar di hutan terbuka Australia utara. Jantannya mengumpulkan ribuan kerikil putih dan kelabu, cangkang siput dan tulang domba, tumpukan kaca hijau dan ungu, selongsong pelor, potongan plastik berawarna-warni, kawat, tutup botol, kertas timah, cermin aneka warna—singkatnya, hampir semua benda cerah dan mengilap, termasuk CD. Tentu saja benda-benda ini menyenangkan sang betina, tetapi namdur jantan juga menggunakannya untuk saling bersaing. "Burung ini berebut, saling curi hiasan, dan merusak teratak namdur lainnya," kata Natalie Doerr, seorang peneliti dari University of California, Santa Barbara, yang mendokumentasikan item yang paling diinginkan dan paling sering dicuri namdur jantan dari pondok yang lainnya. "Burung ini tak punya tanduk untuk bertarung, sehingga yang dilakukannya adalah berebut barang."

Namdur jambul-emas jantan juga berebut pengaruh, tetapi tak ada penantang yang muncul di menara Donald. Setelah kembali ke tenggeran, dia mempercepat nyanyiannya—pertanda bahwa ada betina yang terlihat. Namun, begitu pula jantan lainnya di sekitar situ, yang mulai menyanyikan lagu cinta tak berbalas—semuanya bersaing memperebutkan sang putri di puncak pohon. Hujan turun semakin deras, panggilan Donald kian nyaring, dan seperti penggemar chick-lit, saya hanya ingin tahu: Siapa yang dipilih sang Mary? Saya terus berharap Donald yang menang.

Donald menyanyikan serangkaian kicau burung dan katak pohon dengan suara getar yang mengesankan, lalu melompat ke tikar berlumutnya. Dia membungkuk di belakang menaranya, paruhnya mengarah ke puncak pohon seraya bernyanyi pelan. Tiba-tiba, di sisi lain menara itu, muncul namdur jambul-emas lain—warnanya mirip Donald, tetapi kepalanya sedikit lebih bulat. Seekor Mary!

Oke, Donald berhasil memikat hati Mary. Sekarang tinggal membujuknya agar mau tinggal.

Donald dan betina itu mulai bermain petak umpet. Dia mengembangkan jambul warna wortelnya yang sebelumnya tersembunyi, bergerak penuh semangat ke arah sang betina dengan sayap yang miring, kemudian mundur cepat dan kembali bersembunyi. Jambulnya jabrik dan cerah seperti cabai masak, membuatnya jadi agak mirip Rod Stewart. Sambil mencengkeram lumut, ia melaoncat-loncat, bergoyang, berkicau, dan menyanyi seperti bintang rock. Lalu dia berlari ke belakang menaranya dan melompat ke arah sang betina dari sisi yang lain. Keduanya bolak-balik, mengitari menara berkali-kali. Donald berlari ke arah sang betina, saat sang idamannya berlari ke sisi lain untuk mencoba lebih jelas melihat Donald dan jambulnya yang menyala.

Jika betina itu memilih Donald, keduanya akan kawin di lantai berlumut itu, tapi setelah sepuluh menit sang betina melangkah ke tepi dan hengkang. Sang betina tampaknya tidak memberikan tanda agar Donald mengikutinya, karena namdur jantan itu tetap tinggal di menara dan terus dan terus bernyanyi, suaranya kian lama kian nyaring.

Apa salahnya?

"Mungkin tak ada," kata Benz, ketika saya kembali ke tempat pengamatan. "Kurasa itu bukan kunjungan pertamanya ke rumah Donald. Dan aku yakin dia pasti datang lagi."

Mungkin Donald juga berpikir begitu. Atau mungkin dia berharap akan datang Mary yang lain. Yang jelas dia tidak membuang waktu, langsung bekerja lagi. Dia melipat jambulnya lagi dan bergerak tak tentu di dasar menara itu, membuang ranting dan lumut yang rusak. Dia menata kembali kacangnya dan menegakkan tumpukan kumbangnya. Terakhir, ia mengatur untaian kotoran ulat. Dia mundur dan mengamati seluruh bangunannya, dan tampaknya memutuskan bahwa menara ini siap menyambut kunjungan berikutnya. Kemudian Donald melompat kembali ke tenggerannya dan mulai bernyanyi lagi. Re-te-te-tet, bunyinya. Re-te-te-tet.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/featurepage/160/tatalah-rumah-burung-namdur/5
             : Wikipedia.com

5 komentar:

  1. terimakasih atas info nya yang sangat bermanfaat
    serta menambah wawasan terus update info menarik lain nya

    BalasHapus
  2. si blog nya sangat menarik menjadikan wawasan bagi pembaca

    BalasHapus
  3. tampilan blog nya sangat bagus , artikel nya juga bagus

    BalasHapus
  4. sip matab deh info nya
    seringsering update aja gan

    BalasHapus

Untuk meninggalkan komentar, di bagian "Beri komentar sebagai:" yg ada di bawah, pilih opsi "Name/URL", kemudian isi nama anda pada kolom "Nama" & isi alamat website/blog/link anda pada kolom "URL" (bila tidak ada bisa dikosongkan) lalu klik "Lanjutkan". Setelah itu tulis komentar anda, jika sudah klik "Poskan Komentar" (di pojok kiri bawah). Terakhir, masukan kode acak yg tertera di gambar, lalu klik "Poskan Komentar"