Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

Kisahku diperlakukan kejam oleh polisi Belgia

Siraaj
Kamis, 5 Juli 2012 16:08:19

Arrahmah.com -  Pada (31/5/2012) di Belgia, seorang Muslimah ditangkap oleh polisi karena memakai niqab (cadar), Muslimah itu tiba-tiba didatangi oleh polisi dan dan diminta untuk membuka cadarnya untuk pemeriksaan identitas, namun setelah pemeriksaan identitas, polisi tetap memaksa Muslimah itu untuk dibawa ke kantor polisi. Di kantor polisi, ia dicaci maki, pakaiannya dirobek-robek, dan dipukuli hingga ia mengalami gegar otak dan luka-luka yang mengharuskan ia dirawat di rumah sakit.
Berikut ini ia menceritakan fakta bagaimana insiden itu terjadi hingga ia harus dibawa ke gawat darurat. Diterjemahkan dari video dan transkrip yang dipublikasikan oleh Izharudeen.com.
Cerita berikut mungkin hanya satu dari sekian kasus diskriminasi dan kekejaman yang terjadi di Eropa terhadap saudari-saudari kita yang memakai niqab.
***
Bissmillahirrahmanirrahiim
Semoga salam dan keberkahan tercurah kepada mereka yang mengikuti kebenaran.
Saya adalah Stephanie Djato, saya seorang gadis muda yang diserang pada saat pemeriksaan identitas oleh polisi Molenbeek, saya seorang Muslimah yang telah masuk Islam empat tahun lalu. Dan sekarang saya memakai niqab selama hampir 4 tahun. Dan selama itu saya tidak pernah menemukan masalah karena niqab ini hingga pada hari di tanggal 31 Mei 2012.

Jadi, saya akan memberikan fakta berdasarkan versi saya. Sebelum saya memulainya, izinkan saya mengatakan bahwa saya tidak menyeru untuk kebencian atau apapun. Video ini, hanyalah dibuat dengan tujuan untuk mengklarifikasi masalah sebenarnya dan untuk memberitahu kebenarannya, karena semua yang disebarkan oleh orang-orang sejauh ini hanyalah kebohongan.

Minggu, 19 Agustus 2012

Umar bin Khattab Cerdas Mengelola Keberanian


18/6/2012 | 28 Rajab 1433 H | Hits: 3.206

Kirim Print
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Kegelisahan melanda sebagian besar pemuka Quraisy. Gurat wajah mereka mengeras penuh beban. Kabar angin bahwa beberapa penduduk Yatsrib telah masuk Islam dan siap menampung kaum muslimin membuat mereka tak bisa lagi terlelap. Belum lagi saat Rasulullah SAW benar-benar menyuruh kaum muslimin untuk berhijrah ke negeri impian itu, mereka pun meningkatkan siksaan pada kaum muslimin yang tersisa di tanah suci. Berbondong-bondong, pelan namun pasti, kaum muslimin berhijrah dari Mekah ke Yatsrib dengan sembunyi-sembunyi. Dan pasukan Quraisy pun semakin meningkatkan penjagaan batas kotanya.

Kegelisahan itu tak terbendung lagi saat Umar bin Khattab mendeklarasikan niatnya untuk berhijrah.  Pemuda pemberani itu membawa pedang yang siap dihunuskan setiap saat, lalu shalat dan thawaf sejenak di Baitullah, sementara seluruh mata Quraisy tajam tertuju pada sosok tinggi besar itu. Usai thawaf, Umar naik ke atas bukit memandang sekeliling dengan pandangan yang teguh nan angkuh. Ia berseru lantang menciutkan hati kafir Quraisy. Ucapannya yang begitu tegas terpampang dalam sejarah orang-orang pemberani: “Barang siapa yang menginginkan istrinya menjadi janda, atau anaknya menjadi yatim, maka temui aku dibalik bukit ini!!! “.  Ucapan yang tajam bak pedang terhunus. Menginjak-injak kesombongan dan harga diri kafir Quraisy. Tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka, bahwa sosok Umar kini benar-benar menantang keberanian mereka.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Beginilah mereka menghancurkan kita, lalu bagaimana sikap kita…?!

Saif Al Battar
Ahad, 15 Juli 2012 14:36:28
Arrahmah.com/Muslimahzone.com - Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari'at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.

Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan permainan diulang kembali.

Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

"Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Jumat, 10 Agustus 2012

Perselisihan Ulama Mengenai Puasa Wanita Hamil dan Menyusui

Editor | Jumat, 03 Agustus 2012 - 20:09:20 WIB | dibaca: 1245 pembaca
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Di antara kemudahan dalam syar’at Islam adalah memberi keringanan kepada wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Jika wanita hamil takut terhadap janin yang berada dalam kandungannya dan wanita menyusui takut terhadap bayi yang dia sapih –misalnya takut kurangnya susu- karena sebab keduanya berpuasa, maka boleh baginya untuk tidak berpuasa, dan hal ini tidak ada perselisihan di antara para ulama. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوِ الصِّيَامَ

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah shalat untuk musafir dan meringankan puasa bagi musafir, wanita hamil dan menyusui.”[1]

Perselisihan Ulama

Namun apa kewajiban wanita hamil dan menyusui jika tidak berpuasa, apakah ada qodho’ ataukah mesti menunaikan fidyah? Inilah yang diperselisihkan oleh para ulama.

Al Jashshosh rahimahullah mengatakan, “Para ulama salaf telah berselisih pendapat dalam masalah ini menjadi tiga pendapat. ‘Ali berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui wajib qodho’ jika keduanya tidak berpuasa dan tidak ada fidyah ketika itu. Pendapat ini juga menjadi pendapat Ibrahim, Al Hasan dan ‘Atho’. Ibnu ‘Abbas berpendapat cukup keduanya membayar fidyah saja, tanpa ada qodho’. Sedangkan Ibnu ‘Umar dan Mujahid berpendapat bahwa keduanya harus menunaikan fidyah sekaligus qodho’.”[2]

Lengkapnya dalam masalah ini ada lima pendapat.

Senin, 06 Agustus 2012

Mengusap Air Mata Rohingya

3/8/2012 | 15 Ramadhan 1433 H | Hits: 796
Oleh: Azizon


dakwatuna.com - “Gumpalan debu yang menjadi daki adalah makanan, Air mata dan keringat yang asin adalah air minum, Tetesan darah karena kematian dan luka adalah tinta yang menggoreskan kepahitan”.
Walaupun terlihat “lebay” namun sedikit banyaknya sajak tersebut menggambarkan bagaimana keadaan dan perasaan saudara-saudara kita yang berada di Myanmar, tepatnya etnis minoritas Rohingya. Etnis ini merupakan etnis muslim yang berada di daerah perbatasan Myanmar dan Bangladesh. Pemerintah Myanmar menyebut mereka sebagai penduduk ilegal yang datang dari Bangladesh. Ketika mereka mencoba kembali untuk datang ke Bangladesh, mereka juga ditolak. Penolakan oleh kedua penduduk asli ini disebabkan karena perbedaan budaya dan karena etnis Rohingya yang beragama Islam. Padahal menurut laporan disebutkan bahwa sudah terdapat sebanyak 8 juta orang Rohingya yang tinggal di Myanmar. Hal inilah yang membuat mereka sering disebut sebagai bangsa yang tidak bertanah air.

Jumat, 13 Juli 2012

Allah Yang Maha Menggenggam Jiwa-Jiwa Kita


Kirim Print
Ilustrasi. (eyelash.ps)
dakwatuna.com - Allah yang Maha Menggenggam jiwa-jiwa kita, Allah yang Maha Melindungi kita. Segala puji hanya milik Allah yang setiap detik, menit, jam, segala yang terjadi dalam kehidupan manusia tidak keluar dan di luar dari kehendak Allah.
Keterbatasan manusia sebagai jiwa yang tidak berdaya bila tanpa kasih sayang Allah, bersifat keluh kesah lagi kikir, bersifat tergesa-gesa, pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata telah mengerdilkan pemahaman dari mengartikan bencana. Banyak di antara kita ketika ditimpa kemalangan maka langsung berpikir bahwa hal itu adalah bencana. Dalam bahasa Indonesia, kata ini bersinonim dengan musibah, berantonim dengan anugerah atau kebahagiaan. Namun, Allah berfirman dalam surat Al Hadid: 22 yang artinya “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. Wajar, bila saat ini banyak ditemui sosok manusia yang ‘kocar kacir’ mencari solusi ketika dihadapkan dengan ujian sebagai tanda kasih dari Allah

Rabu, 11 Juli 2012

Bilal bin Rabah : Suara Emas dari Ethiopia



Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,
Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu dengan Rasulullah.

"Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali kepadamu," demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal.
 
"Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu," kata Bilal masih dalam mimpin-ya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. Ia dirundung rindu.

Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara, kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya.

Hari itu, Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta.


Menjelang senja, penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. Seolah, penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal.

Akhirnya, setelah diminta dengan sedikit memaksa, Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. Senjapun datang mengantar malam, dan Bilal mengumandangkan adzan. Tatkala, suara Bilal terdengar, seketika, Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah meneteskan air mata. "Marhaban ya Rasulullah," bisik salah seorang dari mereka.

Selasa, 10 Juli 2012

Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan



Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,
Segala puji bagi Allah SWT, yang Insya Allah memperkenankan kita menjumpai bulan suci, bulan mulia, bulan Ramadhan. Sholawat dan Salam senantiasa terucap kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, para tabi'in, tabi'it tabi'in, serta pengikutnya yang komitmen dengan risalahnya Dienul Islam hingga hari akhir nanti.

Saudaraku, jika kita menantikan suatu saat yang sangat berharga bagi diri kita, katakanlah sebagai contoh, hari ulang tahun kita. Niscaya kita akan sangat bergembira jika saatnya tiba. Bahkan jauh hari sebelumnya, kita sudah mempersiapkan dengan 'full action', potong rambut, bersih-bersih, dan aktivitas yang akan menunjang penampilan kita pada hari yang dinanti-nanti itu.

Tapi apakah kita sudah bersiap-siap untuk menyambut bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam sepanjang masa? Bulan yang sangat dinantikan oleh Rasulullah, sehingga teruntai sebuah do'a yang sangat indah: "Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah, berkahilah bulan Rajab ini, dan berkahilah bulan Sya'ban ini, dan sampaikanlah kami, panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan.

Subhanallah, Rasulullah sendiri, manusia yang sangat mulia, sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya, sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi.

Selasa, 10 April 2012

Republik K-Pop: Gara-gara Girl Band, Ayu Ting Ting, Hotpants Melejit


JAKARTA (VoA-Islam) – Fenomena boyband atau girlband makin marak di Indonesia. Anak-anak SD, ABG (Anak Baru Gede), mahasiswa, hingga ibu gaul betul-betul terbius dengan virus budaya Korea Pop (K-Pop)  yang sedang booming ini. Mereka bukan hanya hafal lagu-lagunya, tapi juga meniru-niru lenggak-lenggoknya, hingga pada tampilan seksi para personilnya.

Ironis, anak-anak SD dengan cerianya melantunkan lagu “Playboy..playboy..gak-gak kuat…” – lagu yang dipopulerkan oleh 7 Icon, grup girlband asal Indonesia itu. Sekedar info, 7 Icons adalah girlband pertama yang muncul di blantika music Indonesia. 7 Icons sendiri merupakan Girlband yang digawangi oleh 7 cewek cantik, diantaranya adalah Angela Tee, Grace Wohangara, Linzy, Mezty, Natly, PJ, dan Vanilla.
Setelah SMASH, 7icons berhasil membius masyarakat Indonesia, menggeser tren musik-musik melayu yang selama beberapa tahun belakangan ini telah merebut hati masyarakat Indonesia. Fenomena girlband di negeri ini boleh dibilang kreasi yang menjiplak habis girlband asal Korea Selatan yang terkenal dengan sebutan K-POP (Korean Pop). Dari situlah, menjadi inspirasi bagi tumbuhnya girlband-girl band di Tanah Air dari hari ke hari.

Minggu, 08 April 2012

Berjuang Demi Allah Dan Rasul-Nya



dakwatuna.com - Untuk yang kesekian kalinya riwayat hidup manusia-manusia super diabadikan oleh tinta sejarah. Banyak hal yang bisa kita rasakan dari mempelajari sejarah hidup mereka. Perubahan ke arah yang lebih baik sudah pasti menjadi tujuan kita untuk mempelajarinya. Banyak orang mengatakan “Jika bercermin dengan cermin yang jernih dan bersih, maka bayangan yang tampak juga akan bersih dan jelas, namun jika bercermin dengan cermin yang kotor dan berdebu, maka wajah dan rupa pun tidak akan terlihat jelas dan sejarah itulah cermin”. Bagiku sejarah adalah cermin, tempat dimana aku bisa berkaca dan melihat sosok diriku sendiri. Penting bagi kita untuk bisa berkaca dan membaca sejarah hidup mereka. Apa yang telah merubah mereka menjadi manusia super dan bagaimana mereka bisa dikenang oleh sejarah.

Berangkat dari hal itulah aku mencoba sedikit belajar dan menorehkan tulisan sederhana ini tentang kisah hidup seorang sahabat yang bernama Mus’ab bin Umair (Radiyallahu’anhu). Duta Islam yang pertama yang diutus oleh Rasulullah ke negeri Madinah. Pemuda yang sangat dikagumi ketika itu. Para ahli sejarah banyak menyebutnya dengan sebutan “Orang yang paling wangi di kalangan ahli Mekah” karena ibunya selalu memakaikan baju yang bagus dan parfum yang sangat wangi kepadanya. Beliau terlahir dari keluarga yang sangat bahagia, penuh dengan kemewahan, kesenangan dan kasih sayang dari orang tuanya yang tidak ada satu pun pemuda mekah ketika itu yang mendapatkan perlakuan istimewa dari orang tuanya kecuali Mus’ab RA.

Karena ketampanan, kewibawaan, dan kebaikannya hampir di seluruh majelis dan pertemuan, nama beliau tak pernah luput dari pembicaraan banyak orang. Seolah seperti cerita dongeng yang menjelma dalam kehidupan, dan begitulah kenyataannya. Mus’ab Al khairi itulah gelarnya di kalangan kaum muslimin. Walau terbilang muda ia memiliki kecerdasan yang luar biasa. Rasa ingin tau yang tinggi, membuatnya tamak dan rakus terhadap ilmu.

Rabu, 04 April 2012

Taubat (Bagian ke-4): Allah Pasti Menerima Taubat Hamba-Nya

dakwatuna.com - Jangan takut dengan dosa yang pernah kita lakukan karena Allah pasti akan menerima taubat hamba selama dirinya mau datang kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dengan penuh kesungguhan. Ambilah hikmah dari beberapa kisah yang terekam dalam hadits-hadits berikut ini,

وَعَنْ أَبِي سَعِيْدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سَنَانٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ لَا فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ نَعَمْ وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدْ اللَّهَ مَعَهُمْ وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ وَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ فَقَالَ قِيسُوا مَا بَيْنَ الْأَرْضَيْنِ فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ فَقَاسُوهُ 
فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ قَالَ قَتَادَةُ فَقَالَ الْحَسَنُ ذُكِرَ لَنَا أَنَّهُ لَمَّا أَتَاهُ الْمَوْتُ نَأَى بِصَدْرِهِ نَحْوِهَا

Rabu, 29 Februari 2012

Taubat (Bagian ke-2)

Buah dari Taubat

dakwatuna.com - Taubat selain kewajiban dan keharusan yang mesti dilakukan oleh manusia, tanpa terkecuali orang beriman apalagi orang banyak berdosa dan maksiat. Allah SWT berfirman
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴿٣١﴾
“…dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nuur: 31)

Allah Berfirman:

وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya…” (QS. Huud: 90)

Allah Berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sesungguhnya…” (QS. At-Tahrim: 8)

Dalam hadits nabi disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً (رَوَاهُ الْبُخَارِي)

Sabtu, 04 Februari 2012

Taubat (Bagian ke-1)



Makna Taubat

dakwatuna.com - Menurut bahasa At-taubah berarti ar-rujuu’ (kembali), sedangkan menurut istilah taubat adalah kembali dari kondisi jauh dari Allah SWT menuju kedekatan kepada-Nya. Atau: pengakuan atas dosa, penyesalan, berhenti, dan tekad untuk tidak mengulanginya kembali di masa datang.

Mengapa harus bertaubat?

1. Karena manusia pasti berdosa.

2. Karena dosa adalah penghalang antara kita dan Sang Kekasih (Allah SWT), maka lari dari hal yang membuat kita jauh dari-Nya adalah kemestian.

3. Karena dosa pasti membawa kehancuran cepat atau lambat, maka mereka yang berakal sehat pasti segera menjauh darinya.

4. Jika ada manusia yang tidak melakukan dosa, pasti ia pernah berkeinginan untuk melakukannya. Jika ada orang yang tidak pernah berkeinginan melakukan dosa, pasti ia pernah lalai dari mengingat Allah. Jika ada orang yang tidak pernah lalai mengingat Allah, pastilah ia tidak akan mampu memberikan hak Allah sepenuhnya. Semua itu adalah kekurangan yang harus ditutupi dengan taubat.

Minggu, 29 Januari 2012



Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Ada tujug golongan orang yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tiada naungan seleain dari naunganNya... di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah."

Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhir ra, ketika perang Uhud ia berkata, "Wah... angin Surga, sungguh aku mencium bau Surga yang berasal dari balik gunung Uhud."

Seorang Dokter bercerita kepadaku, Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit atau mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah marah dan jengkel? Atau apa?

Sabtu, 21 Januari 2012

Ikhlas Dalam Niat, Hukum dan Keutamaannya (Bagian ke-4, Selesai)



g. Niat ikhlas menjadi kunci pahala dari suatu amal

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَصَلَاتِهِ فِي سُوقِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً وَذَلِكَ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لَا يَنْهَزُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ فَلَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِي الصَّلَاةِ مَا كَانَتْ الصَّلَاةُ هِيَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلَائِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ متفق عليه

dakwatuna.com - Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang laki-laki yang melakukan shalat berjamaah (di masjid) lebih baik dua puluh derajat dibandingkan dengan shalat yang dilakukannya di pasar atau di rumah. Sebab, jika seseorang melakukan wudhu dengan baik, kemudian mendatangi masjid hanya untuk shalat, maka derajatnya akan ditinggikan satu tingkatan, dan keburukannya diampuni setiap kali ia melangkahkan kakinya hingga ia masuk masjid. Bila ia telah masuk masjid, ia diberi pahala sebagaimana orang yang melakukan shalat (sekalipun dia hanya duduk), selama ia menanti shalat (berjamaah). Para malaikat pun mendoakan seseorang, selama ia di tempat shalatnya (ia belum meninggalkan masjid). Para malaikat itu berdoa, ‘Ya Allah, berikan rahmat kepadanya. Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah terimalah tobatnya.’ (Doa tersebut dibaca oleh para malaikat), selama ia tidak menyakiti (orang) dan tidak berhadats.” (Muttafaq ‘alaih)

Minggu, 15 Januari 2012

Ketika Sabar Harus tak Terbatas




Oleh: kiptiah hasan


dakwatuna.com – Di usia yang telah melewati angka 20 atau bahkan lebih dari itu, tak sedikit yang mengalami goncangan-goncangan hati bagi para jomblo (baca: single). Usia yang terbilang rawan menurut saya, dimana pada masa itu gejala ingin di cintai dan di sayangi sangatlah besar. Belum lagi melihat keadaan sekitar yang sangat membuat hati miris karena masih sendiri. Ya, fenomena pacaran.



Bersyukur bagi mereka yang telah Allah pertemukan dengan pendamping hidupnya tanpa harus berjuang untuk melawan perasaan hati yang tak menentu menahan gejolak nafsu. Namun lain hal untuk mereka yang memang belum di takdirkan untuk segera menikah.



Tapi yakinlah, bahwasanya Allah akan memberikan sesuatu yang kita butuhkan namun bukan yang kita inginkan. Jika keyakinan telah terpatri, Insya ALLAH hati akan merasa nyaman dengan segala keputusanNYA. Sebagai orang yang telah meyakini janji Tuhannya, hendaknya setelah itu jangan merusak keyakinan tersebut dengan perilaku yang dapat merubah keputusan ALLAH. Ketika telah yakin, hendaknya tak usah berlebihan dalam mencari pasangan misalnya dengan mengikuti pergaulan zaman sekarang, misalnya pacaran. Jika itu terjadi, apa gunanya keyakinan yang telah terbentuk di awal namun ternodai dengan nafsu dan kesabaran yang terbatas.


Sabtu, 07 Januari 2012

“Buat Apa Berkerudung Kalau Kelakuan Rusak” Benarkah?




Oleh: sandylegia

dakwatuna.com – Perempuan yang baik adalah yang bagus agamanya, yang dimaksud ‘agamanya’ adalah agama dalam hati bukan dalam penampilan. Pertanyaan, “Berarti lebih bagus perempuan tidak berkerudung tapi baik kelakuannya (beragama) daripada perempuan berkerudung yang tidak beragama (tidak baik kelakuannya)? Jawab: “Yang lebih bagus adalah perempuan yang berkerudung dan beragama sekaligus.”

Kenapa?
Realitas memperlihatkan kepada kita bahwa perempuan berkerudung lebih banyak yang beragama ketimbang perempuan yang tidak memakai kerudung.

Jika ada perempuan tak memakai kerudung tapi beragama (berakhlaq), maka itu adalah pengecualian dari perempuan-perempuan tak berkerudung yang rata-rata kurang berakhlaq.

Begitu pula jika ada perempuan berkerudung tapi tidak/kurang beragama, maka itu adalah pengecualian dari perempuan-perempuan berkerudung yang rata-rata beragama.

Kerudung adalah setengah petunjuk kalau wanita yang memakai kerudung tersebut adalah wanita beragama, setengahnya lagi adalah hati atau perilaku kesehariannya.

Bila perilaku keseharian seorang wanita muslimah sudah bagus namun belum berkerudung, segera lengkapi dengan kerudung, agar setengahnya terlengkapi dan menjadi sempurna. Begitu pula jika seorang wanita muslimah sudah berkerudung, namun akhlaq atau perilaku kesehariannya masih tidak baik, segera lengkapi dengan akhlaq yang baik, agar setengahnya terlengkapi dan menjadi sempurna.


Sabtu, 31 Desember 2011

Menyikapi Tahun Baru yang Penuh Hura-Hura




Oleh: Kusnadi El-Ghezwa

dakwatuna.com - Sang waktu terus berjalan dan berubah dan tidak ada sesuatu yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.  Perubahan itu terjadi dengan sendirinya karena dimakan usia seperti umur suatu benda yang lama kelamaan terus berubah tanpa harus ada campur tangan manusia. Namun perubahan perilaku manusia memerlukan ikhtiar yang diawali niat, termasuk di dalam memaknai pergantian tahun baru.

Momentum pergantian tahun, umumnya dirayakan dengan meriah. Penuh sorak-sorai dan gemuruh tiupan terompet yang beraneka ragam bunyinya. Gemerlap lampu tersebar di berbagai sudut kota. Indahnya pancaran kembang api di angkasa mewarnai kegelapan langit pada detik-detik pergantian tahun.

Dari berbagai macam persiapan dan berbagai macam rencana yang telah mereka lakukan tidaklah banyak manfaat yang bisa diambil dari perayaan tahun baru tersebut. Dari hasil pesta perayaan tahun baru tersebut yang tampak hanyalah sampah-sampah yang berserakan di jalan-jalan dan macetnya lalu lintas yang tak terkendalikan setelah selang beberapa jam kemudian. Bukankah ini menunjukkan bahwa peristiwa pergantian tahun hanya merupakan fenomena sesaat yang memberikan kenikmatan dalam hitungan menit. Itulah sebabnya orang secara tidak sadar telah menghamburkan sekian banyak uang untuk menikmati perpindahan tahun tersebut. Bukan Tahun Barunya yang penting, tetapi bagaimana setiap manusia mulai menata ulang sikap mentalnya untuk memasuki tahun baru.

Minggu, 25 Desember 2011

Berhati-hati dengan "Salam"





Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan "salam" yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi "cacian" dan kata "jorok". Lho bagaimana bisa?

          Ucapan "Assalamu'alaikum",merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo'akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian." [HR Muslim dari Abi Hurairah]

Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti "Asw" atau "Aslm". Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; "Ass Wr Wb" atau "Aslmwrwb" .  Namun yang  sering saya dapatkan, adalah singkatan "Ass". Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya.

Marilah kita simak singkatan ini. Dalam kamus linguistik yang saya punya, arti dari kata Ass yang berasal dari bahasa Inggris itu adalah sebagai berikut;

"Ass" berarti: Pertama, kb. (animal) yang artinya keledai. Kedua, orang yang bodoh. Don't be a silly (Janganlah sebodoh itu). Dan ketiga, Vlug (pantat).

          Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do'a seorang Muslim terhadap saudara Muslim yang lain. Maka, apabila kita mengucap salam dengan hanya menuliskan "Ass", secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan hal yang buruk terhadap saudara kita.

Senin, 19 Desember 2011

KIMOCHI, Tokyo, Bahas Tafsir dan Belajar Bahasa Arab Asia




dakwatuna.com – Masjid As-Salaam, Okachimachi, Tokyo kembali semarak dengan aktivitas mahasiswa dan pekerja Indonesia yang ada di Tokyo dan sekitarnya. Sebuah kajian dua mingguan dengan nama Kajian Islam Okachimachi (KIMOCHI), kembali dihelat di tengah cuaca jepang yang sudah mulai dingin.

Seperti pengajian sebelumnya, KIMOCHI kali ini (18/12) terdiri dari dua bagian: Kajian Tafsir yang diisi oleh KH. Jailani Abdussalam, LC, MA dan Pemaparan prinsip-prinsip dasar dalam Bahasa Arab oleh Ust. Abdurrohman.

KH. Jailani Abdussalam memberikan penjelasan seputar Tafsir Surat Al Baqarah: 178-186. Secara umum ayat-ayat ini membahas mengenai beberapa jalan menuju ketaqwaan, di antaranya tersebut dalam tiga hal: Qishas, Wasiat dan Puasa.

Qishos artinya mengikuti, dalam arti bahwa pelaku kejahatan dibalas seperti perbuatannya, apabila membunuh maka dibalas dengan dibunuh. Qishos bisa dibatalkan dengan syarat dimaafkan oleh keluarga atau ahli waris serta membayar diat setara 100 onta. Pembatalan qishos merupakan satu bentuk keringanan dari Allah. Dalam Qishos ada kehidupan, dengan melaksanakan hukum qishos maka akan menyelamatkan manusia dari pembunuhan. Karena dengan hukuman qishos maka orang berfikir panjang untuk membunuh. Qishos merupakan keputusan jamaah bukan individu, yang berarti qishos merupakan keputusan pengadilan. Untuk pembunuhan yang tidak sengaja atau untuk membela diri maka tetap wajib membayar diat, dengan catatan semua keputusan ‘apakah pembunuhan itu disengaja atau tidak’ harus dibuktikan dengan fakta yang selanjutnya diputus oleh pengadilan.