Selasa, 31 Januari 2012

12 Orang Tewas dalam Baku Tembak di Dagestan Kaukasus Utara



DAGESTAN, KAUKASUS UTARA (voa-islam.com) - Dua belas orang tewas pada hari Jumat dalam serangan militer Rusia terhadap para pejuang Islam di wilayah Kaukasus Utara, kantor-kantor berita melaporkan.

Sebuah baku tembak di wilayah Dagestan pada hari Jumat menewaskan Empat tentara Kementrian Dalam Negeri Rusia dan melukai tiga lainnya, sementara itu lima pejuang Islam Emirat Kaukasus juga gugur dalam peristiwa tersebut, kantor berita Rusia Itar-Tass melaporkan, mengutip satu sumber dari Komite Investigasi lokal.

Pasukan keamanan juga menewaskan tiga pejuang di Ingushetia yang telah dikepung dalam sebuah rumah pribadi di desa Ekazhevo, kantor berita melaporkan.

Rusia mengklaim salah satu orang yang gugur tersebut, Dzhamaleil Mutaliyev, adalah pemimpin dari pejuang Islam Emirat Kaukasus di Ingushetia dan merupakan orang kepercayaan dari komandan perang Chechnya Shamil Basayev.

Senin, 30 Januari 2012

Menyikapi Cinta di Kalangan Aktivis Dakwah



Innalillahi…
Sosok mengagumkan itu kembali terngiang dalam memori…
Si cerdas, tangguh, bijak dan entah apa…sepertinya aku butuh kata baru untuk menggambarkan ke-luarbiasa-annya…
Aku kembali lagi kagum dan kagum, hanya dapat mengaguminya… astagfirullah…. tipu daya syetan itu ya Allah… astagfirullah.

dakwatuna.com - “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”(QS. Ali-Imran: 14)

Sebagai aktivis dakwah sudah pasti, ujian dalam mengarungi samudra kehidupan dakwah ini tidaklah akan mudah. Beragam tantangan gulungan ombak penghalang akan terus datang. Menerpa perjalanan hingga kelak kita sampai di finishnya. Dengan porak-poranda mungkin, basah kuyup, ya itu sudah pasti. Namun bagaimana pun, itu semua akan dan harus dilalui.

Cinta. Rasanya ini merupakan salah satu ujian berat yang harus dilalui kita para aktivis dakwah. Cinta dalam konteks sebuah rasa ‘manusiawi’ yang timbul antar dua insan yang berlainan jenis. Layaknya cinta Adam dan hawa, cinta Yusuf dan Zulaikha, cinta baginda Rasulullah dan ibunda Siti Khadijah. Rasa ini tentunya sangat rentan sekali untuk kita para aktivis dakwah thulabi yang kesehariannya senantiasa dihadapkan pada kenyataan dan keharusan kita berinteraksi intensif antar lawan jenis sesama aktivis dakwah.

Minggu, 29 Januari 2012



Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Ada tujug golongan orang yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tiada naungan seleain dari naunganNya... di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah."

Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhir ra, ketika perang Uhud ia berkata, "Wah... angin Surga, sungguh aku mencium bau Surga yang berasal dari balik gunung Uhud."

Seorang Dokter bercerita kepadaku, Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit atau mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah marah dan jengkel? Atau apa?

Sabtu, 28 Januari 2012

Menembus Batas Kesabaran




dakwatuna.com - Betapa sulitnya kita menahan amarah, betapa tak mudahnya mempraktekkan sifat sabar. Banyak orang yang menguasai teori kesabaran tapi tak banyak yang mampu mengaplikasikannya dalam keseharian. Bisa jadi di antara orang-orang tersebut adalah saya. Untuk itu, hari ini saya ingin membuat sedikit catatan lagi sebagai pengingat diri sendiri khususnya dan kawan-kawan sekalian.

Kemarin saya hadir dalam undangan pernikahan seorang kawan. Saya hanya ingin mengambil satu adegan dalam perhelatan sakral tersebut. Yaitu tatkala para undangan mengantri makanan. Saya lihat, mereka begitu sabar menanti dalam antrian untuk mendapatkan makanan yang mereka sukai. Antrian yang saya lihat cukup panjang, tapi saya tak mendengar adanya keluhan yang terlontar. Mungkin saja karena tempatnya cukup kondusif, berada di dalam gedung mewah dan ber-AC. Bisa di bilang cukup nyaman.

Tapi sayangnya, jarang saya melihat kesabaran seperti itu jika kondisi yang di hadapi jauh dari kesan kenyamanan. Misalnya, ketika kita sedang berada di dalam angkot menuju tempat kegiatan. Tak sesuai dengan kenyataan dan terjadilah kemacetan. Perkiraan waktu pun jauh melesat, yang tadinya di perkiraan pukul segini harusnya sudah sampai tujuan ternyata masih di jalan karena terjebak kemacetan.

Rabu, 25 Januari 2012

Obat Tradisional untuk Sariawan


Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya, namun sariawan sangat mengganggu.

Sariawan dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas, dan kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi.

Tanaman yang berkhasiat untuk mengobati sariawan adalah sbb:

* Daun Jambu Biji

Rebus dalam 1 liter air: 1 genggam daun jambu biji segar dan 1 jari kulit batangnya. Saring air hasil rebusan dan minum sehari 2 kali

Selasa, 24 Januari 2012

Burung Namdur



Burung Namdur atau Burung Pintar dan Burung Kucing termasuk keluarga Ptilonorhynchidae. Keluarga ini memiliki 20 spesies dalam delapan genera. Mereka adalah burung berukuran sedang. Makanan mereka biasanya buah, tapi ada juga yang memakan serangga.

Sepuluh spesies endemis New Guinea, delapan spesies endemis Australia dan dua spesies dapat ditemukan di kedua tempat tersebut.

Kebiasaan Musim Kawin



Jenis Burung Kucing bersifat monogami dan membesarkan anak bersama-sama pasangannya, tapi burung namdur lainnya bersifat poligini.

Salah satu ciri yang paling terkemuka adalah kebiasaan mereka saat musim kawin, di mana yang jantan akan membangun sarang untuk menarik pasangan. Sarang ini bisa dihias dengan sangat indah.



Tatalah Rumah, Burung Namdur



Untuk merebut hati sang betina yang pemilih, namdur jantan berlagak, bersenandung, dan menghias. Hanya jantan dengan sarang terindah, yang berhasil mewariskan gennya.



Senin, 23 Januari 2012

Formulasi UN dalam Snmptn 2012





Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbud) Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012. Mendikbud Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. Masalahnya adalah bagaimana melaksanakan UN dengan baik. Dalam kaitannya dengan Seleksi PTN (Perguruan Tinggi Negeri) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera memformulasikan besaran bobot nilai ujian nasional (UN) sebagai komponen menentukan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, dalam waktu dekat, kementerian bersama Badan Standarisasi Nasional Pendidikan dan panitia Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) akan memformulasikan kebijakan mengenai hal itu. Mengingat, kebijakan ini akan diterapkan pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2012 ini.

Selain memformulasikan besaran bobotnya, kata Nuh, akan dibahas pula, apakah akan ada tes mata pelajaran dalam SNMPTN. Namun, ia menekankan, yang terpenting adalah tidak ada kontradiktif antara UN dengan SNMPTN.

"Jangan sampai anak-anak yang diterima SNMPTN itu UN-nya jelek-jelek, dan yang memiliki nilai bagus tidak diterima, itu namanya kontradiktif," kata Nuh kepada Kompas.com, Rabu (4/1/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.