Kamis, 09 Agustus 2012

Otoritas Israel berencana akan tambah 232 unit rumah baru di pemukiman Yahudi di Yerusalem

Siraaj
Ahad, 5 Agustus 2012 08:23:18
YERUSALEM (Arrahmah.com) - Sumber-sumber media Israel ramai mengabarkan rencana otoritas Israel untuk membangun 232 unit tambahan di tiga pemukiman Yahudi ilegal di Yerusalem yang terjajah, lapor PIC.
Koran berbahasa Ibrani Urshalim, menyatakan bahwa otoritas tanah Israel pekan lalu telah mempublikasikan hasil dari empat tender untuk membangun di lingkungan Galot Eilot di pemukiman Givat Ze'ev.
Rencana untuk membangun di lingkungan tersebut sebenarnya telah dipersiapkan pada akhir 1990-an, namun kemudian berhenti akibat  meletusnya Itifadah rakyat Palestina kedua.
Sementara koran mingguan Kol Hai'r menungkapkan bahwa Menteri Konstruksi dan Perumahan mengeluarkan tender untuk pembangunan 25 unit perumahan bari dari 900 unit yang direncanakan untuk dibangun di pemukiman Har Homa. (siraaj/arrahmah.com)

Sumber : http://arrahmah.com/read/2012/08/05/22176-otoritas-israel-berencana-akan-tambah-232-unit-rumah-baru-di-pemukiman-yahudi-di-yerusalem.html

Rabu, 08 Agustus 2012

Menyikapi Kesalahan


3/8/2012 | 15 Ramadhan 1433 H | Hits: 679
 
 
dakwatuna.com - Berbuat kesalahan bukanlah suatu akhir perjalanan hidup kita walau kesalahan itu amatlah besar. Dalam menghadapi kesalahan tak sedikit yang putus asa, depresi bahkan berani untuk mengakhiri hidupnya. Dari sini para pakar psikologi, filsafat dan sosial mencari solusi untuk memecahkannya. Namun usaha mereka terbilang nihil bahkan keadaan pun seolah semakin memprihatinkan. Maka sudah saatnya kita selaku muslim untuk kembali pada metode yang telah dicontohkan oleh panutan dan idola kita (Nabi Muhammad SAW) dalam menyikapi kesalahan.

Rasulullah selalu menghadapi kesalahan dengan jiwa yang teduh dan tenang, tak jarang ia pun menyambutnya dengan senyum. Hal ini tak terlepas dari dua hal. Pertama, karena kasih saying (rahmah) yang sudah merasuk pada jiwanya yang suci. “Tidaklah kami utus engkau selain sebagai rahmat bagi seluruh alam”. Ia selalu memandang orang yang salah sebagai manusia biasa dengan kemungkinan ia sedang berada dalam keadaan terpuruk dan jatuh hingga membutuhkan orang yang menegakkan dan menopangnya bukan orang yang mencela atau menghardiknya. Kedua, karena ia menganggap bahwa kesalahan merupakan hal yang sangat manusiawi, dan it bisa terjadi pada setiap orang, siapa pun dia.

Beberapa contoh “terapi” Rasul terhadap kesalahan telah dicantumkan oleh DR Rojib Sirjani dalam bukunya Nuqtoh, Wa Min Awwalis Satr (Cukup, Mulailah lembaran baru). Secara garis besar penulis buku ini membagi metode Rasul ini dalam tiga poin besar; metode Rasul dalam menghadapi kesalahan orang-orang yang tidak tahu (jahil), menghadapi kesalahan orang yang berdosa (mudznib) dan menghadapi kesalahan yang mengarah pada diri Rasul sendiri.

Ketidaktahuan (jahl), walau merupakan hal tercela yang hanya disebutkan dalam Al-Quran untuk mencela dan menghina namun setiap manusia pasti memiliki sifat ini. Karena seseorang mungkin tahu hal a namun ia tidak mengetahui hal b, begitu pula sebaliknya.  Akan tetapi ketidaktahuan yang dilarang di sini adalah ketidaktahuan kita terhadap hal-hal yang sudah semestinya diketahui dalam agama.

Suatu ketika seorang badui datang ke masjid kemudian ia shalat. Usai shalat Rasul memintanya untuk mengulangi shalatnya. Ia pun mengulanginya hingga tiga kali, namun jawaban Rasul hanya satu irji’ fa sholli fainnaka lam tusholli (ulangi kemudian shalatlah kembali karena kamu belum melaksanakan shalat). Akhirnya si badui menyerah dan menyatakan bahwa hanya itulah yang ia bisa. Lalu Rasul menjelaskannya tata cara shalat yang benar.

Selasa, 07 Agustus 2012

Larangan Berpuasa bagi Muslim Uighur Bakal Picu Perlawanan

Editor | Sabtu, 04 Agustus 2012 - 10:30:35 WIB | dibaca: 1923 pembaca
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Aturan yang diterapkan pemerintah Cina di provinsi Xinjiang, Cina barat laut, yang melarang para pejabat pemerintah daerah dan pelajar Muslim berpuasa selama Ramadhan bakal menuai masalah besar.

Kelompok-kelompok pembelot Muslim Uighur yang tinggal di luar negeri, kemungkinan besar akan menggelar aksi di provinsi otonom ini.

Xinjiang sendiri menjadi rumah bagi sekitar 9 juta warga Uighur, sebagian besar pemeluk Islam, yang menuduh para pejabat Cina bertindak keterlaluan dengan menekan kegiatan politik dan keagamaan (Islam).

Kelompok pembelot Uighur dalam pengasingan yang tergabung dalam World Uighur Congress (WUC) sudah mengingatkan bahwa kebijakan seperti ini akan membuat warga Uighur malah lebih resisten terhadap segala aturan dari pemerintah Cina. “Dengan melarang berpuasa selama Ramadhan, Cina menggunakan kaki tangan pemda untuk menekan orang Uighur membatalkan puasanya,” kata Dilshat Rexit, juru bicara WUC.

Sebelumnya sebuah pernyataan dari kota Zonglang di distrik Kashgar, provinsi Xinjiang, menyatakan bahwa “komite kota sudah mengeluarkan kebijakan menyeluruh untuk mempertahankan stabilitas sosial selama Ramadhan. Bagi para kader Partai Komunis, pegawai negeri (termasuk yang sudah pensiun) dan pelajar untuk tidak berartisipasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.”

Senin, 06 Agustus 2012

Mengusap Air Mata Rohingya

3/8/2012 | 15 Ramadhan 1433 H | Hits: 796
Oleh: Azizon


dakwatuna.com - “Gumpalan debu yang menjadi daki adalah makanan, Air mata dan keringat yang asin adalah air minum, Tetesan darah karena kematian dan luka adalah tinta yang menggoreskan kepahitan”.
Walaupun terlihat “lebay” namun sedikit banyaknya sajak tersebut menggambarkan bagaimana keadaan dan perasaan saudara-saudara kita yang berada di Myanmar, tepatnya etnis minoritas Rohingya. Etnis ini merupakan etnis muslim yang berada di daerah perbatasan Myanmar dan Bangladesh. Pemerintah Myanmar menyebut mereka sebagai penduduk ilegal yang datang dari Bangladesh. Ketika mereka mencoba kembali untuk datang ke Bangladesh, mereka juga ditolak. Penolakan oleh kedua penduduk asli ini disebabkan karena perbedaan budaya dan karena etnis Rohingya yang beragama Islam. Padahal menurut laporan disebutkan bahwa sudah terdapat sebanyak 8 juta orang Rohingya yang tinggal di Myanmar. Hal inilah yang membuat mereka sering disebut sebagai bangsa yang tidak bertanah air.

Minggu, 05 Agustus 2012

Dari Jogja untuk Rohingya (Tabligh Akbar & Galang Dana)

4/8/2012 | 16 Ramadhan 1433 H Please wait

Kirim Print

dakwatuna.com - Muslim Rohingya Berduka! Jama’ah Shalahuddin dan SKI UGM mengadakan Tabligh Akbar dan Galang Dana bertajuk “DARI JOGJA UNTUK ROHINGYA”. Kegiatan ini insya Allah akan diadakan pada:
Hari/tanggal : Ahad, 5 Agustus 2012
Waktu : 20.00-selesai WIB
Tempat : Masjid Kampus UGM
Tujuan kegiatan ini adalah pencerdasan terkait konflik yang terjadi di Rohingya, membangun empati publik, dan penggalangan dana. Tragedi yang menimpa muslim Rohingya bukan sekadar konflik lintas agama, juga merupakan konflik kemanusiaan yang bermula dari konflik vertikal (pemerintah terhadap minoritas) dan berkembang menjadi konflik horizontal. Sebagai bangsa yang bermartabat, sudah selayaknya kita memahami permasalahan internasional ini dan mencari solusi bersama.
Insya Allah akan hadir sebagai pembicara:
  1. Nasrullah Nasution | Direktur Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA)
  2. Ahyudin | Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT)
  3. Moderator: Shofwan Al-banna Choiruzzad (Pengamat Politik Internasional, Penulis)
Kegiatan ini dibuka untuk masyarakat umum dan secara khusus mengundang organisasi masyarakat, gerakan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, media massa dan aktivis kemanusiaan lainnya.
Informasi Kegiatan lebih detail bisa menghubungi : Fahmi Fuadillah / 085223515561 / farestu1234@gmail.com
DARI JOGJA UNTUK ROHINGYA
#SaveRohingya

Hamas Serukan Dunia Internasional Selamatkan Muslim Rohingya


Palestina

Editor | Sabtu, 04 Agustus 2012 - 11:04:13 WIB | dibaca: 1310 pembaca
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Anggota biro politik Hamas Izzat Al-Risyiq mengimbau masyarakat dunia untuk segera bergerak mengakhiri genosida sistematis terhadap minoritas Muslim di Myanmar mengingat sikap pasif dunia internasional.

"Kami mengikuti dengan penuh perhatian dan rasa sakit atas tindakan yang tidak manusiawi yang terjadi, pembersihan etnis dan pembantaian umat muslim di wilayah Arakan Myanmar di tengah keheningan dunia internasional," ujar Risyiq dalam sebuah siaran pers.

"Kami sangat mengutuk pembantaian yang mengerikan. Pemusnahan sistematis dari minoritas muslim Rohingya," tegas pejabat Hamas tersebut.

Risyiq meminta pemerintah-pemerintah negara di dunia dan organisasi HAM untuk mengambil posisi tegas dan melakukan tindakan tmenentang rezim genosida di Burma dan memaksa mereka mengakhiri kejahatan terhadap minoritas Muslim dan menyediakan semua jenis bantuan kemanusiaan kepada para korban.(fq/pic) 

sumber : http://www.eramuslim.com/berita-hamas-serukan-dunia-internasional-selamatkan-muslim-rohingya.html

Jumat, 13 Juli 2012

Allah Yang Maha Menggenggam Jiwa-Jiwa Kita


Kirim Print
Ilustrasi. (eyelash.ps)
dakwatuna.com - Allah yang Maha Menggenggam jiwa-jiwa kita, Allah yang Maha Melindungi kita. Segala puji hanya milik Allah yang setiap detik, menit, jam, segala yang terjadi dalam kehidupan manusia tidak keluar dan di luar dari kehendak Allah.
Keterbatasan manusia sebagai jiwa yang tidak berdaya bila tanpa kasih sayang Allah, bersifat keluh kesah lagi kikir, bersifat tergesa-gesa, pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata telah mengerdilkan pemahaman dari mengartikan bencana. Banyak di antara kita ketika ditimpa kemalangan maka langsung berpikir bahwa hal itu adalah bencana. Dalam bahasa Indonesia, kata ini bersinonim dengan musibah, berantonim dengan anugerah atau kebahagiaan. Namun, Allah berfirman dalam surat Al Hadid: 22 yang artinya “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. Wajar, bila saat ini banyak ditemui sosok manusia yang ‘kocar kacir’ mencari solusi ketika dihadapkan dengan ujian sebagai tanda kasih dari Allah