Minggu, 07 November 2010

Rakyat Gaza Bantu Korban Mentawai dan Merapi

Untuk yang kesekian kalinya, rakyat Gaza, Palestina, telah menunjukkan rasa ukhuwah dan solidaritasnya kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang terus dilanda bencana, khususnya bencana yang diakibatkan tsunami setinggi tiga meter yang menghantam Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Senin malam, (25/10/10) dan meletusnya Gunung Merapi di pulau Jawa dan mengeluarkan Awan Panas pada Selasa, (26/10/10) sekitar pukul 17.00 sore dengan jarak luncuran sekitar 1,5 hingga 2 kilometer

Tahun 2006, saat terjadi Gempa di Yogyakarta dan Klaten, Jawa tengah, rakyat Gaza menyampaikan bantuan via KISPA (Komite Indonesia untuk Solodaritas Palestina), dan bantuan tersebut berjumlah Rp. 5.000.000; (Lima Juta Rupiah) diantar langsung oleh Ustadz. Ferry Nur ke lokasi pengungsian di Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta .

Minggu, 31 Oktober 2010

Aku Rindu Zaman Itu


Aku Rindu Dengan Zaman Itu

Aku rindu zaman ketika “halaqoh” adalah kebutuhan,

bukan sekedar sambilan apalagi hiburan

Aku rindu zaman ketika “membina” adalah kewajiban,

bukan pilihan apalagi beban dan paksaan

Aku rindu zaman ketika “dauroh” menjadi kebiasaan,

bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan

Minggu, 24 Oktober 2010

Aliftv, Saluran TV Keluarga Islami Diluncurkan

Kelompok usaha bidang media, Mahaka Media, baru-baru ini meluncurkan satu usaha barunya yaitu saluran program Aliftv. Program-program Aliftv yang rencananya ditayangkan di saluran TV kabel Telkomvision ini bakal mengusung nilai-nilai Islami dan keluarga.


Sebagai catatan, Mahaka Media sebelumnya cukup dikenal sebagai perusahaan pemilik media seperti Harian Republika, media online, penerbit, dan penyelenggara even-even muslim seperti Santri Indigo.

Dengan tag line "Memberi Inspirasi", diharapkan Aliftv menjadi sebuah jendela dunia inspirasi bagi seluruh keluarga. Dimana energi dan rasa antausias terbangun dari adanya pencerahan tentang bagaimana menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat dan harmonis.

Kamis, 21 Oktober 2010

Urgensi Tatsqif dan Ta’lim Bagi Aktivis Dan Masyarakat

Urgensi Ilmu Bagi Muslim

1. Kunci setiap amal

dakwatuna.com – Kesesuaian perbuatan dengan aturan syariat Islam menjadi salah satu syarat diterimanya amal perbuatan. Demikian komentar Fudhail bin ‘Iyadh ketika beliau ditanya tentang ayat “ayyukum ahsanu ‘amala”. Beliau mengatakan bahwa amal yang paling baik adalah amal yang paling ikhlas karena Allah dan amal yang dilakukan paling sesuai dengan tatacara syariat Islam. Untuk sesuai dengan syariat Islam, maka seorang muslim harus memahami ajaran Islam. Semakin luas dan dalam pemahamannya terhadap ajaran Islam, semakin baik nilai perbuatannya.

Ilmu tentang ajaran agama juga menjadi modal bagi seseorang untuk mendapatkan tujuan hidupnya. Rasulullah saw. menegaskan dalam sabdanya:

Minggu, 17 Oktober 2010

Menghafal Dengan Long Term Memory

Mau ujian tapi susah menghafal pelajaran? Berikut kiat-kiatnya...

Otak manusia terdiri dari 1 triliun sel otak dengan kapasitas yang luar biasa. Seringkali ketika kita menghafal, kita sering mengeluh kita tidak sanggup dengan alasan otak kita sudah penuh. Padahal itu semua SALAH!

Saya akan memberikan sebuah tes. Coba anda hafalkan kata-kata dibawah ini dalam waktu 20 detik...
Kucing
Sepeda
Buaya
Anjing
Bioskop
Televisi
Kasur
AC
Mobil
Api
Ayam
Sendok
Kaskus

Rabu, 29 September 2010

NahnuMuslim.Com : Penyejuk Hati-Kebanggaan Umat


Terdaftar lebih dari 6000 orang anggota dalam kurun waktu kurang dari sebulan, pertumbuhan NahnuMuslim (NM) terbilang sangatlah pesat. Dengan fakta besarnya jumlah kaum Muslimin dinegara asal NM, Indonesia, dan juga dukungan para NMers (Sebutan lain pengguna NahnuMuslim), NM yakin akan menjadi Situs Jejaring Sosial Terbesar dan Tercepat pertumbuhannya di dunia, insya Allah. Walau dengan fitur dan tampilan yang masih terbilang sederhana, terbukti tidak membuat antusias kaum Muslimin Indonesia, khususnya, untuk tetap meramaikan Situs besutan Arrahmah.com ini.

Kamis, 09 September 2010

Mengubah Diri Terlebih Dahulu

Mengubah diri terlebih dahulu sebelum mengubah orang lain atau lingkungan. Kadang kita ingin segala sesuatu berjalan dengan baik. Kita berharap orang lain, lingkungan, dan peristiwa sesuai dengan keinginan kita. Kita mengharapkan perubahan terjadi pada dunia luar selain diri sendiri. Padahal itu tidak akan pernah bisa, seperti berharap pesan kosong.


Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila baik daging itu maka baik pula seluruh tubuh dan bila rusak maka rusak pula seluruh tubuh, ketahuilah segumpal daging itu adalah qalbu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Segala sesuatu akan baik bukan dengan mengubah dunia luar kita, tetapi justru dengan mengubah hati kita terlebih dahulu. Sukses, gagal, atau keadaan apapun yang ada di sekitar kita adalah cerminan dari hati kita. Jika kita ingin mengubah apa yang ada di luar diri kita, pertama-tama kita harus mengubah diri terlebih dahulu.